MANUSIA SEBAGAI KHALIFAH DI MUKA BUMI
Oleh; Zulfa Qariba
Manusia merupakan terjemahan dari bahasa arab al-insan dengan bentuk jamak an-Nas yang secara etimologi bermakna makhluk yang jinak, ideal, harmoni, bersahabat dan mudah ditaklukkan . Kata manusia tersebut dalam Al-Quran dengan beberapa nama yakni al-insan, al-basyar dan bani adam yang menunjukkan sifat lahiriyah dan persamaannya dengan manusia sebagai satu keseluruhan dan mengandung pengertian sebagai makhluk yang mempunyai satu nenek moyang yaitu nabi Adam.
Manusia secara fitrah mempunyai potensi-potensi yang tidak dimiliki makhluk lain sebagai suatu kemuliaan dan bagian dari rencana Allah dalam mempersiapkan sarana dan fasilitas bagi manusia dimana ia akan memikul tanggung jawab besar di muka bumi sebegaimana tersurat dalam Al-Baqarah : 30 :
و إذ قال ربك للملئكة إني جاعل في الأرض خليفة قالو أتجعل فيها من يفسد فيها و يسفك الدماء و نحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال إني أعلم ما لا تعلمون
Dalam ayat tersebut terdapat dialog antara Allah SWT dengan para malaikat yang mempertanyakan ketetapan Allah menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi, pertanyaan tersebut bukan dengan tanpa suatu alasan yaitu disebutkan bahwa manusia adalah makhluk yang akan melakukan perusakan dan gemar menebarkan pertumpahan darah . Namun secara tegas Allah memberikan jawaban bahwa hanya Dia-lah yang mengetahui atas segala ketetapan dan hikmah perencanaan dalam penciptaan dan penempatan nabi Adam di bumi sebagai Abu Al-Basyar ( bapak manusia ) yang merupakan sebab bermulanya kehidupan manusia di sana dan sebab yang memungkinkan terutusnya para nabi dan rasul sekaligus nabi terakhir yakni nabi Muhammad SAW dengan membawa risalah agama Islam. more…










