Oleh; Abdurrohim
A. SEKILAS TENTANG SEJARAH ISLAM
Sejarah Islam, memiliki peran penting dalam memotret dan memetakan peradaban itu sendiri. Para sejarawan menyederhanakan periode Sejarah Islam menjadi 3 perode :
1. Periode klasik (650-1250 M), merupakan zaman kemajuan. Periode ini dibagi menjadi 2 bagian, Fase ekspansi, integrasi, dan puncak kemajuan, terjadi kira-kira tahun 650-1000 M. dan Fase disintegrasi, terjadi kira-kira pada tahun 1000-1250 M.
2. Periode pertengahan (1250-1800 M), terdiri lagi atas dua fase, yaitu Fase kemunduran (1250-1500 M), dan Fase tiga kerajaan besar (1500-1800 M), yang mengalami Zaman kemajuan pada tahun 1500-1700 M dan zaman kemunduran 1700-1800 M.
3. Periode modern (1800-sekarang), merupakan periode kebangkitan umat . Pemikiran pada zaman inilah disebut pemikiran modern atau pemikiran modern dalam Islam.
Dari pembagian periode ini, dapat kita perhatikan nantinya, pasang surut kejadian umat Islam dunia sejak masa hijrah Rasulullah sampai sekarang.
B. PENTINGNYA MEMPELAJARI SEJARAH ISLAM
Sejarah Islam merupakan catatan peristiwa yang terjadi di masa lampau, dalam konteks mempelajari Sejarah dan perdaban Islam, maka kita dapat mengenal segala peristiwa yang terjadi dan dialami umat baik berupa perkembangan atapun kemundurannya.
Abdul Raham Bin Khaldun dalam Muqaddimah Ibnu Khaldun-nya menegaskan, “ Mengetahui dan mempelajari Sejarah sangatlah penting, karena hal itu dapat memperlihatkan kepada kita keadaan orang-orang terdahulu” sehingga generasi berikutnya dapat mengambil pelajaran dari peradaban masa lalu sebagai pijakan dan sandaran baik dalam hal etika, bahkan dalam perekonomian serta masalah sosial politik.
Dari penegasan Ibnu Khaldun ini, dapat kita simpulkan, selain menjaga sebagai usaha pelestarian peradaban , mempelajari Sejarah Islam menjadi sangat penting ketika menjadi control langkah generasi berikutnya.
Sejarah Islam sebenarnya tidak sederhana, mengingat cakupannya yang begitu luas. Berbagai kejadian-kejadian penting serta point-point penting yang ikut mengisi Sejarah Islam tersebut. Karena sendiri bisa ditinjau dari berbagai segi analisis Sejarah Islam. Baik dari bidang politik, ekonomi, peradaban ataupun perkembangan Ilmu pengetahuannya.
Karena Islam sendiri memiliki perjalanan yang sangat panjang, bahkan sejak mulai penciptaan. Seperti yang ditegaskan oleh Wilfred Cantwell Smith :
To the Muslim, of course, Islam is the religion of God, This means a great many things; among others, that it began not in seventh century A. D., but at least on the day of creation, if not before
“Untuk Seorang muslim, tentu Islam adalah agama tuhan yang benar, dibandingkan dengan agama-agama yang lain, karna Islam bukan hanya dimulai sejak abag ke 7 M, bahkan sejak awal penciptaan, atau bahkan sebelumnya”
Namun disini, penulis ingin mencoba sedikit menguraikan dan memetakan Sejarah Islam secara garis besar, yang tentunya perlu adanya analisis kembali yang lebih dalam. Para sejarawan lebih memerinci periode Sejarah Islam , dan sedikitnya membagi periode Sejarah Islam menjadi enam periode.
1. Zaman Ideal
2. Zaman Perkembangan
3. Zaman Keemasan
4. Zaman Penyerbuan
5. Zaman Kemunduran
6. Periode Modern
C. PEMBAHASAN
1. Zaman Idela
adalah masa dimana dasar-dasar kebudayaan Islam, mulai diletakkan, dan ini berlangsung sekitar 40 tahun , dimulai :
a. Masa sejak Nabi Hijrah kemadinah sampai beliau wafat , selama 10 tahun. (622-632 M).
Pada masa ini Rasulullah sendiri yang memimpin umat, segala urusan umat semuanya atas kendali dan pantauannya. Selain sebagai pemimpin agama, Rasulullah juga sebagai kepala Negara, dengan sebuah masjid yang dia bangun pada tahun pertama di madinah pasca Hijrah sebagai pusat kegiatan umat .
Dakwah secara terang-terangan ini beliau lakukan setelah melihat keadaan umat Islam semakin kuat, Yatsrib/ Madinah sebagai ibu kota pemerintahan, pun juga menjadi tempat dimana kaum Muhajirin dipersaudarakan dengan kaum Anshar.
Tidak sulit bagi Rasulullah untuk memperluas dakwahnya, hanya dalam kurun waktu 10 tahun/ setelah dia wafat dia mampu memperluas dakwahnya sampai ke kawasan sebagaian besar Jazirah Arab.
Kesuksesan Rasulullah tidak hanya dalam masalah sosial, bahkan juga masalah ilmu pengetahuan. Al-Quran dan Hadits sebagai pedoman umat , pada saat itu menjadi materi pokok dan menjadi bahan kajian intelektual umat. Bukan hanya itu, tradisi intelektual (tafaqquh) pada masa itu, juga berbentuk semacam institusi (lembaga) yang dikenal dengan “al-Suffah” dan komunitas intelektualnya disebut “ashhabussuffah”( Zarkasyi 2008 : 10-11).
Dalam pemberdayaan umat , Rasulullah juga sempat membentuk undang-undang agar umat dapat hidup tentram, dan harmonis, antara kamu muslimin dan yang lain. Undang-undang madinah (Dusturul Madinah) atau biasa dikenal dengan Piagam Madinah sebelum terjadinya perang Badr (2 H/ 642 M). dengan kata lain, Nabi berusaha menciptakan system politik yang mapan yang akan menjamin kehidupan bersama .
b. Masa Khulafaurrasyidin, mulai dari Abu bakar, Umar, Ustman dan Ali kurang lebih selama 30 tahun (632- 661 M)
Setelah Rasulullah wafat (632 M), selanjutnya pemerintahan dipegang secara bergantian oleh Abu Bakar, Umar, Ustman dan Ali Ibn Abi Thalib.
Pada masa awal pemerintahan Abu Bakar (632-634 M), keadaan pemerintahannya diguncang oleh pemebrontakan dari orang-orang yang murtad, orang-orang yang mengaku Nabi, dan orang-orang yang enggan membayar zakat. Oleh karena itu, Abu Bakar memusatkan perhatiannya untuk memerangi pemberontakan yang dapat mengacaukan keamanan dan dapat mempengaruhi orang-orang yang masih lemah imannya untuk menyimpang dari Islam.
Dalam menghadapi para pemberontak tersebut, Abu Bakar menggunakan cara yang lemah lembut, bahkan dia justru mampu menyatukan perpecahan dikalangan bangsa arab. Diantara alasan para pemberontak untuk kembali, karena mereka memiliki peluang untuk mengikuti al-Ghazwu (peperangan) sehingga bisa mendapatkan harta perang. (Armstrong 2003: 33)
Tidak jauh berbeda dengan masa pemerintahan khalifah Abu Bakar, namun keadaan politik pada masa pemerintahan Umar Bin Khatthab relatif stabil, hal ini disebabkan wilayah kekuasaan umat yang semakin luas, dan sampai keluar Jazirah Arab.
Akan tetapi, karena wilayah Islam semakin luas, sehingga adat istiadat dan tradisi umat juga semakin beragam. Hal ini menuntut Umar Bin Khatthab untuk menguluarkan instruksi kepada para panglima yang telah berhasil Menguasai suatu wilayah, guna membangun masjid sebagai pusat pendidikan dan ibadah.
Dalam peningkatan ilmu pengetahuan, Umar Bin Khatthab juga menunjuk para guru di tiap-tiap daerah untuk mengajarkan isi al-Quran dan ajaran bagi penduduk yang baru memeluk (Mansur 2004 : 33).
Pada masa khalifah Utsman Bin Affan tidak suasana politik sudah mulai berbeda dengan masa sebelumnya, namun dalam hal pendidikan dan peningkatan ilmu pengetahuan tidak jauh berbeda. Bahkan sebagai bentuk kepeduliaanya dalam menjaga kemurnian al-Quran, dia mengangkat ahli tulis guna mengadakan sebuah misi mulia “Kodifikasi al-Quran”.
Sebenarnya usaha Utsman ini adalah melanjutkan usulan Umar Ibn Khatthab kepada Abu Bakar, pasca gugurnya kurang lebih 73 sahabat yang hafal al-Quran. Namun, motivasi lain yang melatar belakangi utsman mengkodifikasi al-Quran adalah, untuk menyamakan bacaan al-Quran Umat dengan satu Mushhaf (Mushaf Utsmani).
Khalifah Ustman yang memiliki sikap lemah lembut, justru dijadika kesempatan oleh keluarga Bani Umayyah yang pernah memegang kekuatan politik sebelum untuk meningkatkan dan mengembalikan kedudukannya sebagai pemimpin kaum Quraiys pada masa silam. Kegoncangan politik pada era Ustman ternyata berujung terbunuhnya Utsman sendiri.
Pada masa Ali Bin Abi Thalib, Karen Armstrong menyebut masa Ali Bin Abi Thalib ini sebagai Fitnah Pertama, karena pada masa ini terjadi peperangan saudara Ali pada waktu itu mendapat dukungan dari kaum Anshar Madinah dan mekah yang yang merasa tersinggung dengan tampilnya kelompok Umayyah serta beberapa kalangan kaum muslimin di irak dan kufah. (Armstrong 2003: 41)
2. Zaman Perkembangan
Yaitu masa berkembangnya kebudayaan , yang meliputi tiga benua, Asia, Afrika dan Eropa. Ini terjadi pada masa Dinasti Bani Umayyah (705-750 M)yang berpusat di Damaskus selama 90 tahun.
Didirikan oleh Umayyah, dinasti ini memiliki khalifah secara berurutan Muawiyah Bin Abi Sufyan, Malik Bin Marwan, al-Walid bin Malik, Umar Bin Abdul Aziz, Hisyam Bin Abdul Malik (724-743 M).
Nama daulah bani Umayyah itu berasal dari nama Umayyah bin Abdi Syams Bin Abdu Manaf, yaitu salah seorang dari dari pemimpin kabilah Quraisy pada zaman Jahiliyah.
Wilayah kekuasaan Bani Umayah ini sangat luas, meliputi spanyol, afrika utara, syiria, palestina, jazirah arab, rak, sebagian asia kecil, Persia, Afganistan, daerah yang sekarang disebut Pakistan, Uzbek, Kilgis di Asia Tengah.
Beberapa jasa Bani Umayah dalam pembenahan pemerintahan, antara lain penertiban angakatan bersenjata, pencetakan mata uang, bahkan pada masa Khalifah Abdul Malik, Bani Umayah menjadikan bahasa arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan . keberhasilan ini didikuti oleh putranya Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M). ( Mansur 2004: 32)
Terlihat jelas pada masa bani Umyah ini, memiliki perkembangan yang cukup signifikan, baik dalam bidang politik, sosial, perekonomian yang tertata lebih rapi gingga bidang pembangunan panti-panti bagi orang yang cacat.
Namun, kekuasaan bani umayah ini ternyata tidak berlangsung lama, hal ini disebabkan beberapa factor. Antara lain, masih lemahnya pemerintahan bani Umayah sebab sikap mewah keluarga istana, sehingga keturunan bani umayh tidak mampu memangku jabatan.
Keadaan ini ternyata dijadikan kesempatan oleh kekuatan baru dari keturunan al-Abbas bin al-Mutthallib yang mendapat kekuatan dan dukungan penuh dari Bani hasyim dan golongan syiah, serta Mawalli yang merasa dikelasduakan oleh pemerintahan bani Umayah. Sebagian alasan tersebut telah menyebabkan runtuhnya bani umayah di tangan Bani Abbasiyah.
Sedangkan Bani Abbasiyah, yang didirikan olah Abdullah al-Saffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas (750-754 M), berdiri karena beberapa factor internal, yaitu, kelompok abbsiyah merasa lebih utama daripada Bani Hasyim untuk mewarisi Rasulullah, dan factor eksternal berupa perlakuan nepotisme pemerintahan Bani Umayah yang menempatkan para pegawai apartur pemerintahan berdasarkan suku dan golongan.
3. Zaman keemasan
Yaitu zaman keemasan mencapai puncaknya, baik lapangan Ekonomi, kekuasaan, Ilmu pengetahuan maupun kesenian. Zaman keemasan ini meliputi :
a. Masa Abbasiyah I yang berpusat di Baghdad, berjalan sekitar 100 tahun dengan para khalifahnya yang memiliki kekuasaan penuh, berfikir maju, dan pecinta ilmu.
Puncaknya, ketika Bani Abbasiyah diipegang oleh Harun al-Rasyid (789-809 M) dan dilanjutkan oleh putranya al-Makmun (813- 833 M). pada masa dua khalifah ini, perkembangan ilmu pengetahun sangat signifikan, hal ini karena orientasi kebijakan mereka yang semakin besar terhadap pembangunan kebudayaan dan peradaban. (Mansur 2004: 36) diantara peran penguasa dalam memajukan ilmu pengethuan antara lain :
1. Pada masa itu dilakukan transfer ilmu pengetahuan dari yunani secara besar-besaran, dimana pada masa itu ilmu yunani sudah mati dan tidak berdaya, yang tinggal hanyalah buku-bukunya saja. Penerjemahan besar-besaran tersebut ditandai dengan didirikannya sekolah tinggi penerjemah yang dilengkapi dengan berbagai taman pustaka pada masa khalifah al-Makmun.
2. Khalifah al-makmun bahkan memberikan imbalan kepada penerjemah buku dengan emas seberat buku yang diterjemahkan.
3. Bahkan Khalifah harun al-Rasyid memberikan 4.000 Dinar kepada setiap penggafal al-Quran, periwayat hadits dan yang mendalami pengetahuan agama. (Mansur 2004: 36)
b. Masa Abbasiyah II, dimana politik pusat Abbasiyah berangsur-angsur melemah, tetapi dalam lapangan kebudayaan, terutama dalam lapangan ilmu pengetahuan, ibukota-ibukota propinsi berlomba menyaingi Baghdad dalam hal kemajuan.
Ada beberapa factor yang melatr belakangi kemunduran dan kahancuran Bani Abbasiyah, antara lain :
1. Factor internal, adanya konflik aliran dalam yang seringkali menyebabkan timbulnya konflik berdarah.
2. Factor Eksternal, adalah karena terjadi perang salib yang terjadi beberapa gelombang, serta hadiranya (penyerbuan) tentara Mongol yang dipimpin oleh hulangu khan .
4. Zaman penyerbuan
Dimana Umat Islam, mengalami penyerbuan dari segala penjuru. Pada masa ini umat sangat terpojok, karena diserang dari berbagai arah. Diantanya penyerbuan yang terjadi di Andalusia. Sebenarnya penyerbuan di Andalusia sudah terjadi sejak masa Dinasti Bani Umayyah di Cordova jatuh pada tahun 1030/ 1036 M.
Jatuhnya kekuasaan bani Umayyah ini menyebabkan munculnya perpecahan dan sengketa antar saudara yang ingin menjadi raja dari suatu Negara merdeka.
Tidak kurang dari 20 kerajaan timbul dikota-kota dan propinsi . diantara yang terpenting adalah sevilla karena kerajaan ini sempat mengalami masa gemilang, walaupun pada akhirnya runtuh bersamaan dengan kerajaan-keraan yang lain (1248 M).
Kondisi umat Islam pada saat itu menjadi hasrat bagi kaum keristan disebelah utara untuk menyerang dan berusaha merebut kembali daerah-daerah mereka.
Ketika kekuasaan Umayyah di andalus hanya Granada , keristen spanyol terus memperkuat diri dan menyatukan kekuatan untuk menggempur ketika mereka sedang lengah.
Pada tahun 1469 M. kedua kerajaan spanyol, Aragon dan Castilia, bersatu dibawah pimpinan Ferdinand dan Ratu Essabella memerangi kerajaan al-hamra di Granada yang pada waktu itu dipimpin oleh abu Abdillah. Hingga akhirnya al-hamra dapat dikalahkan pada tahun 1492 M.
Selain itu pada masa penyerbuan ini, terjadi penyerbuan Baghdad yang dilakukan oleh Mongol. Baghdad yang pada saat itu terkenal sebagai pusat kebudayaan dan Ilmu pengetahuan, akhirnya takluk ditangan tentara Mongol.
Sementara itu, umat disebelah tengah mengalami serangan dari kefanatikan keristen yang di koordinir oleh Paus. Serangan ini kemudian dikeal dengan “Perang salib” (Musyrifah 2004:177 – 181)
5. Zaman kemunduran
Yang dimulai oleh zaman gemilang dalam lapangan politik di zaman Otsmaniyah (Ottoman) , Shafawi, dan Mughal (Mongol) , di akhiri oleh penjajahan hampir seluruh Dunia oleh Eropa Barat.
Kekaisaran ottoman (1300-1922 M), dengan Istana Topkapi sebagai jantung kekaisaran, diambil dari nama leluhurnya “Utsman” (Khalifah ke III. Kekaisaran ini mencapai puncak kekuasaanya, ketika dipimpin oleh sulaiman agung / sulaiman al-Qonun, pada abad ke16 M . Dan dinasti ini terhitung dinasti yang paling lama bertahan, hamper 6 abad berkuasa hingga akhirnya dihancurkan pada abad ke 19 di turki. Annimarie Schimmel dalam bukunya “Islam an Introduction” menyebutkan :
“Ottoman power then extended over the Fertile Crescent and the sacred cities; under Selim’s successor, suleyman the magnificient (1520-1566 M), the Ottomans proceeded even farther than before to the west to lay siege to Vienna in 1529” .
“kekuatan Ottoman meluas sampai kedaerah Fertile Crescent dan kota-kota suci, dibawah pengganti Salim, yaitu Sultan Agung Sulaiman (1520-1566 M). bahkan pasukan ottoman juga meneruskan lebih jauh dari sebelumnya, menuju kebarat untuk mengepung Vienna pada tahun 1529 M”
Kerajaan Shafawi (1501-1722), didirikan oleh Shah Ismail 1501 M, Safavid/ Shafawi adalah nama golongan Sufi yang berasal dari (didirikan oleh) Safi al-Din (Shofiuddin) . Kerajaan ini mendirikan Negara Iran yang berediologikan Syiah. Dan pernah mencapai puncakanya pada saat dipegang oleh cicit shsh i, Shah Abbas (1588-1629 M) (Akbar S : 130-131)
Kerajaan Mongol, (1526- 1857 M), yang didirikan oleh Babur dari bangsa barbar, yang merupakan seorang sekutu ismail (dari Kekaisaran Shafawi), lantas dia kabur ke India. Dinasti Mongol ini mencapai puncaknya pada abad ke-16 M.
Memasuki abad ke-18, ketiga kerajaan itu mulai runtuh dan, kekaisaran romawipun juga lemah. Hal ini disebabkan inkopetensi dan fatalisme .
Pada zaman ini juga ditandai dengan, adanya image tertutupnya pintu Ijtihad, pututsnya hubungan dengan para ulama, serta dikenal dengan zaman Ikhtishar dan Syarah .
6. Zaman Modern. (1800 M sampai sekarang)
Ini adalah merupakan periode kebangkitan pemikiran , hal ini ditandai denga munculnya para cendekiawan muslim abad 18 sampai 20 M, Kaum muslim memiliki banyak sekali tokoh –tokoh pembaruan yang pokoh-pokoh pemikirannya maupun jasa-jasanya dibidang telah memberikan sumbangsih umat Islam di dunia. Beberapa tokoh yang terkenal dalam dunia ilmu pengetahuan atau pemikiran tersebut antara lain sebagai berikut:
a. Jamaludin Al Afgani (Iran 1838-Turki 1897)
Salah satu sumbangan terpenting didunia diberikan oleh Said Jamaludin Al Afgani gagasannya mengilhami kaum muslim di Turki, Iran, Mesir dan India.
b. Muhammad abduh (1849-1905) & Muhammad Rasyd Rida (Suriah 1865-1935).
Rasyid Rida mendapat pendidikan tradisional dan menguasai bahasa asing( perancis dan turki) yang menjadi jalan masuknya untuk mempelajari ilmu pengetahuan secara umum rida bergabung pada gerakan pembaruan Al-Afgani dan Muhmmad Abduh diantaranya melalui penerbitan jurnal Urwah Al-Wustah yang diterbitkan di peris dan disebarkan di Mesir.
c. Toha husein (Mesir selatan 1889-1973 M)
Toha Husein Adalah seorang sejarawan dan filsuf yang amat mendukung gagasan Muhmmad Ali Pasya. Ia merupakan pendukung modernisme yang gigih.
d. Syaid Qutub(Mesir 1906-1966)dan Yusuf Al Qardawi
Al Qardawi menekankan perbedaan modernisasi dan pemberantaan yang dimaksud berarti pemberantaan dan memiliki pembatasan pada pemanfaatan Ilmu pengetahuan modern serta penerapabn teknologinya. tidak menolahnya bahkan mendukungnya.
e. Sir Syaid Ahmad Khan (India 1817-1898 M)
Beliau adalah pemikir yang menyerukan sain tifikasi masyarakat muslim seperti halnya Al Afgani yang menyerukan kaum muslim untuk meraih ilmu pengetahuan modern tetapi berbeda dengan Al-Fagani ia melihat adanya kekuatan yang membebaskan dalam ilmu taeknologi dan modern .
D. KESIMPULAN
Hemat penulis, dari uraian panjang tentang periode Sejarah Islam diatas, dapat penulis simpulkan, betapapun warna-warninya tinta kejadian yang tertulis di kanvas perjalanan , tetaplah menarik untuk dikaji lebih dalam, selain sebagai bukti kepedulian generasi terhadap Sejarah Islam nenek moyangnya, selain itu sebagai sandaran pengalaman bagi generasinya untuk melangkah kedepan.
E. PENUTUP
Dengan masuknya zaman kemunduran, maka berangsur-angsur ketiga Kerajaan besar itu mulai runtuh, dan akhirnya pada sekitar abad ke 18 M, umat muai bangkit kembali dengan pemikiran-pemikiran yang lebih modern, dan pada masa ini dikenal dengan Zaman Mode
F. DAFTAR RUJUKAN
Armstrong. Karen., “Islam Sejarah Singkat” (Edisi Terjemahan). 2003, Yogyakarta, Penerbit Jendela.
http://cafebelajar.com/Sejarah Islam-perkembangan–pada-abad-pertengahan.html. (diakses pada 30 April 2010, jam 15 : 34 Wib)
http://nanpunya.wordpress.com/2009/06/01/perkembangan–abad-modern/ (diakses pada 30 April 2010, jam 15 : 36 Wib)
Ibnu Khaldun., Abdu al-Rahman, “Muqaddimah Ibnu Khaldun”, Daru al-Fikr, (2001) Beiru Lebanon.
Mansur, “Peradaban Islam dalam lintas Sejarah”2004. Yogyakarta, Global Pustaka Utama
Schimmel. Annimarie, “Islam an Introduction”, 1992. State University of New York Press. U. S. A.
Smith. Wilfred Cantwell., “Islam In Modern History”, 1977, Princeton University Press, New Jersey.
Sunanto. Musyrifah., “Sejarah Islam Klasik, Perkembangan Ilmu Pengetahuan ” 2004. Jakarta Timur PRENADA MEDIA.
Zarkasyi. Hamid fahmy., dkk. 2008, ”Strategi Peradaban (Seri 1)”. UNISSULA Press Semarang.


