HAUL KH. KHOZIN YAHYA (PENGASUH PPRU1 KE-2) INSYA-ALLAH AKAN DILAKSANAKAN PADA AHAD 27 RAMADHAN 1431 H/ 5 SEPT. 2010 M.
Powered by MaxBlogPress  
Thursday, October 22nd, 2009 | Author: admin
istighatsah

istighatsah

Belakangan ini DepaBelakangan ini Departemen Keamanan Pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum I Ganjaran Gondanglegi Malang mulai dibanjiri oleh berbagai pekerjaan yang berkaitan dengan ketertiban dan keamanan pesantren, lebih-lebih liburan bulan puasa tahun ini telah usai. Meski sebetulnya tugas Departeman Keamanan segudang, tetapi kewajiban pengurus yang duduk di jajaran “departemen garang” itu dikagetkan dengan banyaknya laporan dari Keamanan Luar (sebuah lembaga yang terdiri dari penduduk desa di sekitar pesantren yang ditunjuk langsung oleh Dewan Pengasuh) tentang kondisi terakhir ketertiban para santri yang ditemukan oleh mereka.

Lalu, apa program jangka pendek yang harus dilakukan oleh Departemen Keamanan menghadapi berbagai persoalan ketertiban yang kian menumpuk? Tulisan ini sedikit mengulas tentang program jangka pendek yang bisa dilaksanakan oleh Departemen Keamanan Ponpes Raudlatul Ulum I.

Pengawasan
Salah satu tugas yang harus dilakukan oleh pengurus yang berada di Departemen Keamanan adalah mengawasi para santri yang berada di luar kompleks pesantren, terutama ketika jam kegiatan pesantren berlangsung. Hal ini perlu segera dikerjakan oleh Departemen Keamanan karena kondisi inilah yang banyak dilaporkan oleh Keamanan Luar dalam berbagai rapat gabungan antara Dewan Pengasuh, Departemen Keamanan dan Keamanan Luar.

Sebagaimana biasa, dalam rapat gabungan yang dilaksanakan setiap bulan itu, Keamanan Luar menginformasikan banyaknya para santri yang diam di beberapa rumah penduduk desa Ganjaran berlama-lama dan santri yang membeli di warung-warung dengan sikap yang sama, padahal demikian ini merupakan pelanggaran yang harus ditangani oleh Departemen Keamanan. Sebagaimana dalam tata tertib pesantren, para santri dilarang berlama-lama di rumah-rumah penduduk tanpa ada kebutuhan yang dapat dipertanggungjawabkan dan atau makan/minum di warung-warung di luar lingkungan pesantren.

Temuan Keamanan Luar ini dilaporkan kepada Departemen Keamanan bukan saja dalam rapat gabungan, tetapi ada salah satu anggota Keamanan Luar yang menginformasikan via telepon. Tapi, karena beberapa temuan ini tidak segera ditanggapi oleh Departemen Keamanan, sebagian Keamanan Luar menjadi merasa “kecewa” dengan kinerja Keamanan Pesantren yang dinilai kurang tanggap terhadap perkembangan perilaku santri. Disinilah pentingnya pengawasan yang berkesinambungan segera dilakukan oleh Departemen Keamanan, sebagai pihak yang ditunjuk untuk menjaga ketertiban dan keamanan pesantren dari prilaku dan sikap santri yang keluar batas tata tertib pesantren. Pengawasan tersebut begitu sangat terasa penting pada saat jam efektif kegiatan pesantren berlangsung. Karena pada saat itulah ketertiban situasi pesantren perlu terlihat kondusif untuk pengembangan dan peningkatan kualitas kegiatan yang ada di pesantren. Bentuk dan teknis pengawasan yang harus dilakukan oleh Departeman Keamanan tentu bertolak dari musyawarah antar anggota Departemen Keamanan sendiri.

Selanjutnya, sesuai dengan musyawarah itu Ketua Keamanan menginstruksikan kepada anggotanya untuk melakukan pengawasan. Jika program ini dapat diusahakan, maka keresahan dan bahkan “kekecewaan” sebagian Keamanan Luar dapat sedikit terobati.

Istighasah Keamanan

Nama Kegiatan : Istighasah Keamanan
Waktu : Jumat (setelah shalat Isya’)
Tempat : Kantor Pesantren Raudlatul Ulum I
Bacaan : Surah Waq’iah dan Hizb al-Nashor
Sifat : Tanpa Konsumsi.

Hal kedua yang harus segera dilakukan adalah doa dalam bentuk istighasah. Sebetulnya berdoa untuk kalangan pesantren bukan hal yang langka. Tapi bagi kepentingan Departemen Keamanan, pada khususnya, dan Pengurus Pesantren, pada umumnya, istighasah merupakan kegiatan berdoa yang bermanfaat ganda. Pertama, sebagai panjatan doa yang dilakukan dan diprakasai oleh Departemen Keamanan, sebagai pihak yang diserahi tanggungjawab menjaga ketertiban dan keamanan pesantren, kepada Allah swt, agar tanggung-jawab itu betul-betul dapat dilaksanakan dengan baik. Semoga Departemen Keamanan menjelama sebagai sekumpulan orang yang berwibawa dan disegani karena “haibah” lahir-batin yang dimiliki.

Kedua, Istighasah yang digelar oleh Departemen Keamanan menjadi forum silaturrahim bagi semua unsur-unsur yang ada di lingkungan pesantren bahkan di luar kalangan pesantren, karena dalam isghasah itu diharapkan semua lapisan, mulai Dewan Pengasuh, Pengurus dan Keamanan Luar hadir dan ikut kegiatan istighasah itu. Dengan berkumpulnya semua unsur tersebut diimpikan adanya koordinasi yang bermula dari perbincangan-perbincangan ringan seusai istighasah itu. Bahkan diharapkan adanya ide-ide baru, baik yang berkaitan dengan keamanan atau yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat umum.

Category: Kabar Pesantren
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.