HAUL KH. KHOZIN YAHYA (PENGASUH PPRU1 KE-2) INSYA-ALLAH AKAN DILAKSANAKAN PADA AHAD 27 RAMADHAN 1431 H/ 5 SEPT. 2010 M.
Powered by MaxBlogPress  

Archive for » August, 2009 «

Saturday, August 22nd, 2009 | Author: admin

1.
. . . dan (Allah) menjadikan matahari sebagai pelita.
-Al-Qur’an | Nûh 71:16

Dan kami jadikan Pelita yang amat terang (matahari).
-Al-Qur’an | Nûh 78:12

2.
Apa jadinya jika matahari tidak ada? Tentu saja kita akan kesulitan. Ia diciptakan bergerak agar siang dan malam terjadi di setiap belahan bumi. Andai tak ada matahari, urusan dunia dan agama akan kacau-balau.

Andaikata tak ada matahari, bagaimana kita akan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup? Bagaimana kita melakukan sesuatu, sedangkan dunia gelap-gulita? Bagaimana kita bisa bersuka-ria, sedangkan nikmat cahaya tidak kita peroleh? Dan andaikan cahaya matahari tidak ada, mata kita tidak lagi berguna karena sudah tidak ada warna untuk dilihat.
more…

Category: Goresan Santri  | Comments off
Wednesday, August 19th, 2009 | Author: admin

1.
Maka, apakah mereka tidak melihat langit yang ada di atas mereka, bagaimana kami meninggikan dan menghiasnya tanpa retak-retak sedikitpun?
-Al-Qur’an | Qâf 50:6

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
-Al-Qur’an | Ath-Thalâq 65:12

2.
Jika kita merenungkan alam semesta ini, ternyata ia seperti sebuah rumah, lengkap dengan perangkat-perangkatnya. Atapnya adalah langit, lantainya adalah bumi, lampunya adalah bintang-gemintang, permata dan perhiasan disembunyikan seperti harta terpendam. Semuanya diciptakan sedemikian rupa. Sedangkan manusia adalah sang penghuni rumah yang dikasih kekuasaan atas segala isinya. Dengan demikian, segala tumbuhan dan hewan-hewan bisa digunakan untuk keperluan dan kemaslahatannya.
more…

Category: Goresan Santri  | Comments off
Wednesday, August 12th, 2009 | Author: admin

al-Imam al-‘Allamah al-Syekh Ibrahim al-Bajuri memberikan keterangan seputar bahan yang dapat membatalakan puasa,

Adapun perkataan “ barang yang sampai (kedalam diri manusia)”, yang dimaksud dengan barang/ bahan tersebut adalah barang/ bahan (baik makanan, minuman, dsb.

) yang bersifat duniawi (bahan makanan dari dunia), beda halnya barang/bahan yang dari “surga”, maka hal itu tidak dapat membatalkan puasa.

“Mungkinkah kita mendapatkan makanan dari surga kelak? Semoga aja Amin…”

Disarikan dari : al-Bajuri al-Imam al-‘Allamah al-Syekh Ibrahim, Hasyiyah al-Bajuri Ala Ibni Qosim al-Ghuzzi, t.t., Ihyau Daril Kutub al-Arabiyah, 1/ 290.

Wednesday, August 12th, 2009 | Author: admin

Ibrahim al-Bajuri, mengutip pandapat sebagian ulama shufi, mereka mengatakan dengan menggunakan syairnya, yang dapat diringkas :

Jika awal bulan puasa dimulai pada hari jumat, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29, dan jika bulan puasa dimulai pada hari sabtu, maka kemungkinan malam lailatul qadar jatuh pada malam tanggal 21,  Jika awal bulan puasa dimulai pada hari Ahad, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 27, Jika awal bulan puasa dimulai pada hari senin, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 29, akan tetapi, Jika awal bulan puasa dimulai pada hari selasa, maka kemungkinan malam Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 25. Jika awal bulan puasa dimulai pada hari rabu, kemungkinan malam Lailatul Qadar jatuh pada malam tanggal 27, namun  jika Jika awal bulan puasa dimulai pada hari kamis, maka berijtihadlah untuk memilih salah satu malam ganjil di 10 malam terakhir. (adam)

“semoga kita mendapatkan malam lailatul qadar pada ramadhan ini, amin ya rabb”

Disarikan dari : al-Bajuri al-Imam al-‘Allamah al-Syekh Ibrahim, Hasyiyah al-Bajuri Ala Ibni Qosim al-Ghuzzi, t.t., Ihyau Daril Kutub al-Arabiyah, 1/ 204.

Wednesday, August 12th, 2009 | Author: admin

Oleh : Abdurrohim[1]

BAB I: Sejarah Penulisan al-Quran
Para sejarawan membagi periode tentang penulisan al-Quran menjadi tiga bagian:

1. 1. Periode Rasulullah saw.
Al-Quran, sebagaimana sudah diketahui bahwa Allah telah memberikan kekuasaan yang khusus terhadapnya. Sebagaimana ditegaskan Allah swt dalam firmannya:

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya “ (al-Hijr : 9)

Namun para ulama berbeda pendapat mengenai masalah pengumpulan al-Quran: (al-Jam’u). pengumpulan dengan menggunkan maksud menjaga al-Quran dengan hafalan (Hifdzan), dan dengan maksud menjaganya dengan tulisan (Kitabatan).

more…

Wednesday, August 12th, 2009 | Author: admin

al-Imam al-‘Allamah al-Syekh Ibrahim al-Bajuri, menambahkan keterangan seputar orang yang mati syahid. Termasuk dalam pembagian mati syahid akhirah, more…

Category: Mafahim wal Hikam  | 3 Comments